Keuntungan Dan Kerugian Pembesaran Ikan
Dengan Kolam Terbuka Dan Jaring Apung
Memelihara ikan dapat dilakukan dua cara:
pertama kolam terbuka yang kita sering lihat seperti kolam tanah
dengan berbagai ukuran luas. Cara kedua metode jaring apung
umumnya dilakukan pada danau dan rawa dan ada juga di pesisir
pantai.

Masing-masing cara pemeliharaan dan
pembesaran khusunya ikan nila memiliki keuntungan dan kerugian.
Beberapa pemikiran disini dapat dipertimbangkan sesuai dengan
kebutuhan dan potensi yang ada di masing tempat budidaya ikan
nila.
Metode Kolam Terbuka
Memelihara ikannila dengan cara kolam terbuka
memberi tantangan tersendiri sekaligus memberi anda dua hal berikut:
Keuntungan memelihara nila pada kolam terbuka;
-
Mudah dipelihara,dilepas begitu saja tanpa membagi jenjang dan
tingkatan ikan.
-
Tidak membutuhkan makanan tambahan untuk induk betina dan anak
ikan atau bibit ikan.
-
Pembibitan ikan terjadi dengan alami tanpa penanganan khusus
induk jantan dan betina sehingga terjadi perkawinan massal dan bibit
ikan yang bervariasi dalam jumlah yang banyak.
-
Pemberian pakan ikan tidak perlu membagi ukuran dan tingkatan
ikan, semua disama-ratakan bentuk pakan yang diberikan pada ikan.
-
Biaya pemeliharaan kolam lebih murah dibanding dengan system
lain.
Kerugian memelihara nila pada kolam terbuka;
-
Ukuran bibit ikan atau anak ikan yang tidak sama.
-
Pemberian pakan yang tidak tertarget sehingga hanya ikan besar
yang banyak makan dan ikan kecil tidak kebagian.
-
Pemberian pakan yang tidak sesuai mengakibatkan pemborosan pakan
atau sebaliknya yang berdampak pada pertumbuhan ikan yang lambat.
-
Jumlah bibit ikan dalam meter persegi lebih sedikit dibanding
dengan system lain.
-
Penangkapan saat panen harus menurunkan volume air atau
mengunakan jaring.
Metode Jaring Apung (Hapa)
Jaring apung atau net (semacam kelambu nyamuk)
biasa digunakan didalam pembesaran ikan didanau atau waduk dan rawa.
Jaring yang terbuat dari nylon ini cukup kuat dan tidak mudah sobek.
Pembesaran nila di jaring apung umumnya mengunakan jaring berukuran
3*3*1 M3 hingga 9*9*2 M3. Pembuatan jaring apung adalah dengan
mengikatkan jaring pada empat sudut tiang bamboo atau kayu. Dengan
mengatur kedalam jaring sampai 0.5-1.5 meter dan sebagian jaring harus
berada diatas permukaan air setinggi 30 Cm. gunakan pemberat pada paling
bawah jaring yang terendam pada empat sudut.
Keuntungan pemeliharaan nila metode jaring apung;
-
Produksi ikan lebih tinggi dalam setiap meter persegi
-
Anak ikan atau bibit ikan lebih seragam.
-
Pembibitan ikan lebih mudah ditanggani baik induknya pada saat
perkawinan, penetasan dan pemisahan bibit ikan.
-
Mudah dalam penangkapan saat akan panen.
-
Pembesaran ikan berjenjang dan teratur dalam waktu panen.
Kerugian metode jaring apung;
-
pengelolaan lebih rumit dan pengawasan yang lebih sering
dilakukan.
-
Pemberian pakan yang harus teratur untuk setiap jaring yang
berbeda jenis dan ukuran ikan.
-
Jaring bisa rusak bila cuaca buruk datang
-
Pemeliharaan lewat jaring mudah di ambil oleh pencuri.
-
Biaya pembuatan sistim jaring lebih mahal dari cara lain.
Tentu dengan mengenal untung dan rugi dalam
membudidaya ikan akan lebih mudah menjalankan usaha. pemeliharaan nila
cara terbuka dan cara apung menjadi pilihan yang kedua-duanya memberi
keuntungan, membutuhkan ketelatenan dalam pengusahakan stok bibit nila
dan pakan ikan nila menjadi prioritas utama
dalam usaha nila . Dalam mengatasi hal lain yang akan mungkin muncul,
baca artikel berkait.
Artikel yang berhubungan dengan IKAN
NILA:
—>
Sebelum Menjalankan Usaha Nila
—>
Mengenal Ikan Nila
—>
Kolam Ikan Nila
—>
Pemijahan, Pendederan, pembenihan Ikan Nila
—>
Cara Membuat Nila Jantan
—>
Pellet Buatan Sendiri Mantap
>
Bagaimana Membudidaya Ikan Nila
>
Bagaimana Membuat Formula Pakan Ikan?
>
Kolam Terbuka dan Kolam Jaring Apung
>
Membuat Pakan Ikan sendiri
>
Ikan Tidak Mau Makan Pellet Buatan Sendiri
>
Masalah Yang Timbul Dalam Pembuatan Pakan Ikan
>
Perhitungan Keuntungan Usaha
Pembenihan Nila
>
Analisis keuntungan usaha pembesaran ikan nila
>
Peluang Usaha Baru pada Budidaya Ikan
|